TAKALAR – Suasana haru dan bangga menyelimuti keluarga besar SDIT Wihdatul Ummah Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Kedatangan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, sekolah yang dikenal konsisten mencetak generasi berkarakter Qur’ani ini kembali menorehkan tinta emas di tingkat provinsi, Jumat (20/2/2026).
Melalui ajang Lomba Dai Cilik (Pildacil) yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, para utusan kecil dari Takalar ini berhasil membuktikan bahwa usia dini bukanlah penghalang untuk menyiarkan kebaikan. Dengan retorika yang menyentuh dan penguasaan materi yang matang, mereka sukses memborong gelar juara.
Dua nama yang kini menjadi buah bibir atas prestasinya yang membanggakan adalah:
1. Ainun Dzakiyah Abdul Hakim (Kelas 5B1): Meraih Juara 1 Lomba Dai Cilik Putri.
2. Ahsan Ainurahman (Kelas 4A2): Meraih Juara 2 Lomba Dai Cilik Putra.
Kepala Sekolah SDIT Wihdatul Ummah Takalar, Basri, S.Pd.I., Gr., tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya saat memberikan keterangan. Menurutnya, pencapaian ini adalah buah dari ketulusan dalam membimbing anak-anak mencintai dakwah sejak dini.
“Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, kemenangan ini adalah titipan dari Allah. Ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan karakter, keberanian untuk berdakwah, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an yang kita tanamkan sejak dini mulai membuahkan hasil yang indah,” ujar Basri dengan nada penuh haru.
Ia juga menitipkan apresiasi mendalam kepada para guru yang telah membimbing tanpa lelah, serta orang tua yang terus memberikan dukungan doa dan semangat. Baginya, prestasi ini bukan sekadar piala, melainkan langkah awal bagi anak-anak untuk menjadi pelita di tengah masyarakat.
“Semoga Allah menjaga keistiqamahan ananda dalam berdakwah. Kami berharap ilmu dan adab mereka terus bertambah, hingga kelak menjadi generasi Qur’ani yang tidak hanya membanggakan sekolah dan orang tua, tetapi juga agama dan bangsa,” tutupnya. (HSN/TIM)


















