Modernisasi Desa dan Jurnalisme: Kolaborasi KJI – AMJI Sulsel Bedah Peran AI di Wajo

WAJO – Suasana di Ruang Inspektorat Kabupaten Wajo pada Minggu (21/12/2025) terasa berbeda. Bukan sekadar pertemuan rutin, ruangan tersebut menjadi saksi lahirnya kesadaran baru mengenai pentingnya tata kelola informasi berbasis teknologi. Melalui inisiasi Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI), sebuah pelatihan jurnalistik digelar dengan menghadirkan Ketua Aliansi Media Jurnalis Independen Republik Indonesia (AMJI-RI) Sulawesi Selatan, Hamka Hamid, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Hamka Hamid menekankan realitas digital yang berkembang pesat. Ia memperkenalkan Artificial Intelligence (AI) bukan sebagai ancaman, melainkan instrumen strategis untuk meningkatkan efektivitas kerja jurnalis maupun aparatur desa.

Bacaan Lainnya
banner 1100x267

“AI hadir bukan untuk menggeser peran manusia. Sebaliknya, teknologi ini adalah mitra untuk bekerja lebih cerdas, meski kendali keputusan dan tanggung jawab moral tetap sepenuhnya di tangan kita,” tutur Hamka.

Hamka menguraikan bagaimana AI mampu memperkuat integritas karya jurnalistik melalui riset data yang mendalam dan verifikasi informasi yang lebih cepat. Di tengah derasnya arus informasi, penguasaan terhadap teknologi ini menjadi penentu siapa yang mampu memimpin narasi publik.

Tak hanya bagi jurnalis, pesan ini ditekankan secara khusus kepada aparatur desa di Kabupaten Wajo. Menurutnya, AI memiliki potensi besar dalam menyederhanakan administrasi, menyusun laporan, hingga menciptakan transparansi informasi publik di tingkat akar rumput.

“Desa merupakan garda terdepan dalam pelayanan masyarakat. Ketika perangkat desa mulai melek teknologi, kepercayaan publik secara otomatis akan menguat,” jelasnya.

Pelatihan yang diprakarsai KJI ini mendapat bobot lebih berkat pendekatan praktis yang dibawakan oleh AMJI Sulsel. Diskusi interaktif yang terbangun menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta dalam beradaptasi dengan disrupsi teknologi.

Kegiatan ini pun menjadi momentum refleksi kolektif. Dari gedung Inspektorat, sebuah pesan kuat menggema: kemajuan teknologi harus selalu berjalan selaras dengan etika dan keberpihakan pada kepentingan rakyat.

“Teknologi boleh melesat maju, namun nurani dan integritas sosial harus tetap menjadi kompas utama,” pungkas Hamka Hamid. (*)

banner 1100x468

Pos terkait

banner 468x60